You are here
Home > Damai

Damai di Jemari, Damai di Hati

Silang sengkarut, debat tak berujung, saling menjelekkan, black campaign, and… you name it! Semua tersedia di berbagai kanal website maupun sosmed. Heran juga deh saya, kenapa yaa, orang sebegitu bencinya sampai sepertinya semua amunisi udah siap paripurna banget buat menyerang si ini, si itu, si anu, si onoh? Saya tidak hanya bicara soal Pilkada (khususnya)…

Berasal dari Latar Belakang Berbeda, Tetap Damai dan Asyik Aja!

Sebagai blogger, saya kerap bersua dengan beragam orang dari berbagai latar belakang. Berbagai suku, ras, etnis, agama, termasuk berbeda dalam hal preferensi pilihan politik, adat istiadat, budaya dan sebagainya. Bagi saya, bertemu dengan beragam orang dengan beragam latar belakang itu sungguh mengasyikkan. Broaden our mind. Kita bisa memperluas wawasan, pola pikir, tak lagi sempit terkucil…

Diskusi Bareng Mom Ambassador Agar Tercipta Indonesia yang Damai

Banyak yang bilang bahwa ketika kita mengedukasi Ibunda, itu sama artinya kita tengah mengedukasi dan mempersiapkan sebuah peradaban. Yak, saya setuju dengan kalimat itu. Karena memang Ibunda lah yang berperan penting dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Oh, ayah juga punya peran dong… Tapi porsi Ibunda biasanya jauh lebih banyak ketimbang porsi ayah. Karena itu, saya…

MEREGUK KENIKMATAN “BHINNEKA TUNGGAL IKA” DI KAMPUNG AMPEL SURABAYA

Ketika gedung-gedung jangkung mulai mencakar langit Surabaya, ada sebuah kerinduan yang hadir di hati. Sebuah rindu pada budaya asli begitu menguat. Surabaya sebuah kota yang menjadi titik temu masyarakat multi-etnis. Kaum Arab, pecinan, Jawa, Madura, dan etnis lainnya berkumpul menjalin hidup yang berkelindan di bumi Surabaya. Semuanya hidup berdampingan dengan damai. Menggapai rezeki tanpa harus…

Toleransi Kudu Tumbuh Sejak Dini

Saya berjilbab. Saya muslimah. Saya sholat dan melaksanakan ibadah (semoga) sesuai syariat. Tapi, tatkala tempo hari traveling ke Bangkok, Thailand, saya merasa fine-fine aja ketika harus masuk ke rumah ibadah pemeluk agama lain. Kenapa? Karena saya memegang prinsip “Lakum diinukum wa liya diin” Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Artinya, saya sudah ajeg dan teguh dengan agama…

Memahami Budaya dan Kepercayaan Orang Lain

Pekan lalu, bersama beberapa blogger saya berkunjung ke Bangkok, Thailand. Sebagaimana wisatawan asal Indonesia pada umumnya, kegiatan kami sudah pasti tak jauh dari belanja – makan – belanja – gitu terus 🙂 Karena memang Bangkok hampir mirip dengan Jakarta sih, ya suhunya… ya lalu lintasnya… makanannya juga endeus banget, akrab di lidah warga Asia. Selain…

Stop Bullying Working Mom!

Judulnya, emang sengaja langsung meng-highligh Stop Bullying Working Mom! Bukan semata-mata Stop Mom War! Atau Stop comparing working Mom vs Stay at Home Mom. Kenapa? Yeppp, because I’m a working mom! Dan, aku agak gemes-gemes-gimana-gitu pas baca gambar/meme di bawah ini:   Oh, yeah :))) Mari kita bahas satu per satu *pasang iket kepala* *benerin…

Kenapa Harus Ngeblog?

Kenapa Harus Ngeblog? Well, kenapa tidak? Ngeblog itu menyenangkan kok. Ya, ya ya buat sebagian orang. Tentu tidak untuk semuanya. Sama dengan mereka yang bilang bahwa nyetir itu menyenangkan, tentu saja saya protes paling awal: Menyenangkan di bagian mananya, broooo??   Kalo saya ngeblog karena suka. Dan karena termotivasi kata-kata om Pram :

Najib Abdurrauf Bahasuan (Owber PT Behaestex) : Infaq itu Bukan Cost, Tapi Investasi

Najib Abdurrauf Bahasuan Infaq itu Bukan Cost, Tapi Investasi Sebagai Presiden Direktur PT Behaestex (salah satu produsen sarung terbesar di Indonesia) hari-hari Najib Abdurrauf Bahasuan tentu lekat dengan beragam kesibukan. Kendati demikian, Najib tetap memainkan peran sebagai kepala keluarga sekaligus role model untuk ketiga putranya. Simak perbincangan saya  dengan pria yang membawahi 6200 karyawan, dan pabrik…

Belajar Puasa itu Berat, Jendral!

Belajar Puasa itu Berat, Jendral! Apalagi buat anak SD kelas 3. Anak tunggal. Anak semata wayang. Yang tahun-tahun sebelumnya, blasss belum pernah latihan puasa sama sekali. Yep, yepp… itu yang dialami anak saya, Sidqi. Berkali-kali, dia request buat mokel alias buka puasa sebelum waktunya. Saya mencoba mengalihkan ke hal-hal lain. Biasanya sih…. pake gadget (yeah,…

Top